
Perkembangan internet satelit Low Earth Orbit (LEO) menghadirkan teknologi baru untuk menyediakan konektivitas broadband di berbagai wilayah. Amazon menjadi salah satu perusahaan yang membangun jaringan LEO sendiri melalui Amazon Leo, yang sebelumnya dikenal sebagai Project Kuiper. Selain membangun konstelasi lebih dari 3.000 satelit, Amazon juga mengembangkan perangkat pengguna sendiri untuk menghubungkan pelanggan ke jaringan satelit.
Perangkat tersebut menjadi bagian penting dalam ekosistem Amazon Leo Terminal. Amazon merancang terminal dengan beberapa ukuran dan kemampuan agar pengguna dapat memilih perangkat sesuai kebutuhan. Saat ini Amazon memperkenalkan tiga terminal utama, yaitu Leo Nano, Leo Pro, dan Leo Ultra. (Amazon Leo)
Setiap terminal mempunyai karakteristik berbeda. Nano menawarkan desain paling ringkas, Pro menghadirkan keseimbangan antara ukuran dan performa, sedangkan Ultra menyasar kebutuhan konektivitas berkapasitas tinggi untuk bisnis dan pemerintahan.
Amazon Leo Terminal merupakan perangkat antena yang menghubungkan pengguna dengan konstelasi satelit Amazon Leo di orbit rendah Bumi. Perangkat ini menjadi titik komunikasi antara jaringan pengguna di darat dan satelit yang melintas di atas lokasi pengguna.
Konsepnya mirip dengan terminal internet satelit LEO lainnya. Antena harus berkomunikasi dengan satelit yang terus bergerak mengelilingi Bumi. Sistem kemudian mengatur perpindahan koneksi ketika satu satelit bergerak keluar dari area layanan.
Amazon merancang terminal dengan teknologi antena phased-array. Teknologi tersebut memungkinkan perangkat mengarahkan beam secara elektronik untuk mempertahankan koneksi dengan satelit tanpa mengandalkan mekanisme parabola yang bergerak secara konvensional.
Amazon juga mengembangkan seluruh ekosistem Leo secara internal, termasuk satelit, terminal, jaringan gateway, dan berbagai teknologi pendukung.
Dengan pendekatan tersebut, Amazon Leo Terminal tidak sekadar berfungsi sebagai antena. Perangkat tersebut menjadi bagian dari jaringan broadband LEO yang menghubungkan pengguna dengan infrastruktur Amazon.
Amazon saat ini menyediakan tiga desain utama untuk kebutuhan pelanggan:
Leo Nano
Leo Pro
Leo Ultra
Amazon membagi perangkat tersebut berdasarkan ukuran, kemampuan koneksi, dan kebutuhan pengguna.
Leo Nano memiliki ukuran paling kecil dan menawarkan kecepatan download hingga 100 Mbps. Leo Pro menawarkan kecepatan hingga 400 Mbps dengan ukuran yang tetap ringkas. Sementara itu, Leo Ultra menawarkan kapasitas hingga 1 Gbps download dan 400 Mbps upload untuk kebutuhan konektivitas yang lebih tinggi. (Amazon Leo)
Pembagian tersebut membuat pengguna tidak perlu menggunakan terminal berkapasitas sangat tinggi untuk kebutuhan koneksi yang sederhana.
Sebaliknya, perusahaan dengan kebutuhan bandwidth besar dapat memilih perangkat dengan kemampuan lebih tinggi.
Amazon Leo Terminal memiliki desain yang berbeda dari antena VSAT konvensional. Amazon menggunakan konsep antena flat-panel dengan teknologi electronically steered phased-array untuk menghubungkan perangkat pengguna dengan satelit LEO yang terus bergerak di orbit. Desain tersebut membuat terminal tidak membutuhkan parabola besar dengan mekanisme penggerak seperti yang banyak digunakan pada sistem satelit GEO.
Amazon menyiapkan beberapa desain terminal untuk kebutuhan pelanggan yang berbeda. Leo Nano memiliki bentuk paling ringkas dengan ukuran sekitar 18 × 18 cm. Leo Pro hadir dengan panel yang lebih besar, sekitar 28 × 28 cm, sedangkan Leo Ultra memiliki ukuran yang jauh lebih besar untuk mendukung kebutuhan konektivitas berkapasitas tinggi.
Secara visual, ketiga terminal tersebut memiliki karakteristik panel datar dengan desain modern. Perbedaan ukuran mencerminkan kemampuan dan target penggunaan masing-masing perangkat. Nano mengutamakan bentuk ringkas dan efisiensi, Pro menawarkan keseimbangan antara ukuran dan performa, sedangkan Ultra menyasar kebutuhan bisnis dan enterprise dengan kapasitas koneksi yang lebih tinggi.
Amazon juga terus mengembangkan desain terminal untuk kebutuhan khusus, termasuk sektor maritime dan aviation. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa terminal menjadi bagian penting dalam ekosistem Amazon Leo, bukan sekadar perangkat tambahan untuk menerima sinyal satelit.
Leo Nano menjadi terminal paling kecil dalam keluarga Amazon Leo Terminal.
Amazon mencantumkan ukuran Nano sebesar 18 × 18 cm dengan bobot sekitar 1 kg. Perangkat ini mampu mencapai kecepatan download hingga 100 Mbps berdasarkan pengujian awal yang Amazon publikasikan.
Ukuran tersebut membuat Nano menarik untuk kebutuhan yang mengutamakan portabilitas dan efisiensi perangkat.
Amazon juga menyebut Nano dapat mendukung aktivitas seperti streaming 4K, gaming, dan video conference. Karena ukurannya kecil, perangkat ini dapat menjadi pilihan untuk lokasi yang membutuhkan konektivitas tanpa terminal berukuran besar.
Namun, angka 100 Mbps tersebut merupakan angka maksimum berdasarkan pengujian awal. Kondisi geografis, cuaca, kapasitas jaringan, paket layanan, Wi-Fi, dan berbagai faktor lain dapat memengaruhi kecepatan aktual.
Leo Pro berada di tengah keluarga Amazon Leo Terminal.
Amazon mencantumkan ukuran Pro sebesar 28 × 28 cm dengan bobot sekitar 2,4 kg. Terminal ini mampu mencapai download hingga 400 Mbps berdasarkan informasi teknologi Amazon.
Desain Pro menggabungkan ukuran yang relatif ringkas dengan kemampuan koneksi yang lebih tinggi daripada Nano.
Amazon menempatkan Pro untuk kebutuhan rumah dan bisnis. Terminal ini juga memiliki desain yang tahan terhadap kondisi lingkungan sehingga dapat mendukung penggunaan di berbagai lokasi.
Untuk bisnis kecil, kantor cabang, lokasi remote, maupun kebutuhan konektivitas yang membutuhkan kapasitas lebih tinggi, Pro menawarkan posisi yang menarik di antara Nano dan Ultra.
Pro juga memiliki peran khusus dalam layanan maritime Amazon Leo. Amazon menyebut Pro sebagai salah satu dari dua terminal yang dapat digunakan pelanggan maritime, bersama Leo Ultra.
Leo Ultra menjadi terminal dengan kemampuan tertinggi dalam keluarga Amazon Leo Terminal.
Amazon mencantumkan kemampuan hingga 1 Gbps download dan 400 Mbps upload. Ukurannya mencapai 51 × 76 × 4,8 cm dengan bobot sekitar 19,5 kg.
Kemampuan tersebut membuat Ultra menyasar kebutuhan konektivitas yang jauh lebih berat.
Amazon menargetkan Ultra untuk pelanggan bisnis dan pemerintahan yang membutuhkan bandwidth tinggi. Terminal ini juga mendukung aplikasi yang membutuhkan kapasitas besar, termasuk koneksi ribuan sensor IoT dan ratusan kamera HD.
Untuk enterprise, kapasitas upload juga menjadi faktor penting. Banyak aplikasi bisnis modern tidak hanya menerima data, tetapi juga mengirim data dalam jumlah besar ke cloud atau pusat data.
Karena itu, kemampuan upload hingga 400 Mbps menjadi salah satu karakteristik penting Ultra.
Ketiga Amazon Leo Terminal memiliki karakteristik yang berbeda sesuai dengan kebutuhan pengguna. Leo Nano mengutamakan ukuran ringkas, Leo Pro menawarkan keseimbangan antara ukuran dan kemampuan koneksi, sedangkan Leo Ultra menyediakan kapasitas paling tinggi untuk kebutuhan enterprise.
Ukuran: 18 × 18 cm
Bobot: sekitar 1 kg
Download: hingga 100 Mbps
Leo Nano menjadi pilihan paling ringkas dalam keluarga terminal Amazon Leo. Ukurannya yang kecil memudahkan pemasangan pada lokasi yang membutuhkan perangkat praktis dan hemat ruang. Amazon mengarahkannya untuk kebutuhan konektivitas yang tidak memerlukan kapasitas sangat tinggi.
Ukuran: 28 × 28 cm
Bobot: sekitar 2,4 kg
Download: hingga 400 Mbps
Leo Pro menawarkan kemampuan lebih tinggi dengan ukuran yang masih relatif ringkas. Amazon menyiapkan terminal ini untuk kebutuhan rumah dan bisnis. Leo Pro juga mendukung kebutuhan konektivitas maritime tertentu.
Ukuran: 51 × 76 × 4,8 cm
Bobot: sekitar 19,5 kg
Download: hingga 1 Gbps
Upload: hingga 400 Mbps
Leo Ultra menjadi terminal dengan kemampuan tertinggi dalam keluarga utama Amazon Leo. Ukurannya lebih besar karena Amazon merancangnya untuk kebutuhan konektivitas berkapasitas tinggi, termasuk bisnis, pemerintahan, dan aplikasi enterprise.
Untuk tampilan dua bilah: jadikan Leo Nano + Leo Pro sebagai bilah kiri, lalu Leo Ultra sebagai bilah kanan dengan tampilan lebih menonjol. Alternatifnya, buat tiga kartu dengan Nano dan Pro di bagian kiri serta Ultra memenuhi area kanan. Saya lebih merekomendasikan opsi kedua karena memberi ruang lebih besar untuk menonjolkan Ultra tanpa membuat informasi Nano dan Pro terlalu padat.
Amazon Leo Terminal berkomunikasi dengan satelit yang berada di orbit rendah Bumi.
Satelit LEO bergerak dengan kecepatan tinggi sehingga terminal harus terus mempertahankan hubungan komunikasi ketika satelit berpindah posisi.
Teknologi phased-array membantu proses tersebut.
Antena tidak perlu mengandalkan gerakan mekanis seperti parabola VSAT tradisional. Sistem elektronik mengarahkan beam menuju satelit yang sedang melayani lokasi pengguna.
Ketika satelit bergerak keluar dari area yang optimal, jaringan dapat mengalihkan koneksi ke satelit berikutnya.
Proses tersebut memungkinkan pengguna memperoleh koneksi secara berkelanjutan meskipun seluruh satelit bergerak mengelilingi Bumi.
Terminal pelanggan hanya menjadi salah satu bagian dari jaringan.
Amazon Leo juga menggunakan jaringan gateway di darat yang menghubungkan konstelasi satelit dengan jaringan fiber dan titik koneksi internet.
Pihak Amazon menyebut konstelasinya menggunakan optical links untuk menghubungkan satelit dan jaringan gateway untuk menghubungkan jaringan satelit dengan infrastruktur di darat. (Amazon News)
Arsitektur tersebut membuat jaringan Amazon Leo bekerja sebagai satu sistem.
Alur data secara sederhana dapat berlangsung seperti berikut:
Perangkat pengguna → Amazon Leo Terminal → satelit LEO → jaringan satelit/gateway → internet
Pada arah sebaliknya, data dari internet bergerak melalui jaringan Amazon menuju gateway, kemudian menuju satelit dan akhirnya sampai ke terminal pengguna.




Salah satu komponen penting Amazon Leo Terminal adalah antena phased-array.
Teknologi tersebut menggunakan susunan elemen antena yang bekerja secara elektronik untuk mengarahkan sinyal.
Keuntungan utama pendekatan ini terletak pada kemampuan mengikuti satelit yang bergerak tanpa memerlukan sistem mekanis besar.
Desain tersebut juga memungkinkan Amazon membuat terminal dalam beberapa ukuran.
Nano dapat menggunakan desain ringkas untuk kebutuhan portabilitas. Pro menawarkan kapasitas lebih tinggi dengan ukuran yang masih relatif kecil. Ultra menggunakan ukuran lebih besar untuk menghasilkan kemampuan koneksi yang lebih tinggi.
Teknologi antena menjadi salah satu alasan mengapa terminal LEO modern memiliki bentuk yang berbeda dari antena parabola VSAT konvensional.
Tidak dalam bentuk parabola VSAT konvensional.
Amazon mengembangkan terminal dengan desain flat-panel phased-array. Pendekatan tersebut memungkinkan perangkat mempertahankan komunikasi dengan satelit LEO yang bergerak tanpa membutuhkan parabola besar yang terus mengikuti satelit secara mekanis.
Perbedaan ini cukup penting ketika kita membandingkan terminal LEO dengan perangkat VSAT GEO.
Pada VSAT GEO, parabola mengarah ke posisi satelit yang relatif tetap di langit. Satelit geostasioner mengikuti rotasi Bumi sehingga pengguna dapat mempertahankan arah antena yang sama.
Sementara itu, satelit LEO terus bergerak. Terminal membutuhkan teknologi tracking yang dapat mengikuti perpindahan satelit secara cepat.
Amazon tidak hanya menargetkan pelanggan enterprise.
Leo Nano dan Leo Pro membuka peluang penggunaan untuk rumah dan bisnis.
Nano menawarkan bentuk paling kecil sehingga cocok untuk kebutuhan yang mengutamakan portabilitas. Pro memberikan kapasitas lebih besar untuk kebutuhan rumah maupun bisnis.
Pengguna dapat memanfaatkan koneksi tersebut untuk video conference, cloud application, streaming, akses VPN, transfer data, dan berbagai kebutuhan internet lainnya.
Bagi perusahaan yang berada di lokasi tanpa fiber optik, konektivitas LEO dapat menjadi alternatif.
Perusahaan juga dapat menggunakan koneksi satelit sebagai backup untuk meningkatkan ketahanan jaringan.
Enterprise mempunyai kebutuhan yang lebih kompleks.
Perusahaan dapat membutuhkan koneksi berkapasitas tinggi, jaringan privat, keamanan, redundancy, dan integrasi dengan infrastruktur cloud.
Leo Ultra menyasar kebutuhan tersebut.
Amazon menyebut Ultra dapat mendukung kebutuhan bisnis dan pemerintahan yang membutuhkan bandwidth besar. Aplikasi seperti IoT dalam jumlah besar, kamera HD, transfer data, dan koneksi lokasi remote dapat memanfaatkan kapasitas tersebut.
Untuk perusahaan dengan banyak lokasi, koneksi LEO juga dapat menjadi bagian dari arsitektur jaringan hybrid.
Perusahaan dapat menggabungkan fiber optik, radio link, VSAT, dan LEO sesuai karakter masing-masing site.
Salah satu keunggulan utama teknologi LEO terletak pada kemampuan menyediakan konektivitas di lokasi yang sulit memperoleh jaringan terrestrial.
Indonesia mempunyai banyak lokasi dengan karakter tersebut.
Wilayah pertambangan, perkebunan, energi, konstruksi, pulau kecil, kapal, dan berbagai site remote dapat membutuhkan koneksi internet tanpa menunggu pembangunan fiber optik.
Amazon Leo Terminal secara konsep dapat memberikan jalur komunikasi langsung melalui satelit.
Jika layanan Amazon Leo tersedia di suatu negara dan memenuhi regulasi lokal, pengguna dapat memasang terminal pada lokasi yang sesuai dan menghubungkannya dengan jaringan internal.
Amazon juga mengembangkan layanan khusus untuk sektor maritime.
Untuk kebutuhan kapal dan operasi offshore, lingkungan penggunaan membutuhkan perangkat yang mampu bekerja pada kondisi yang lebih menantang.
Amazon menyebut Leo Pro dan Leo Ultra sebagai dua terminal untuk layanan maritime. Kedua terminal tersebut dirancang untuk mendukung konektivitas kapal komersial, offshore operation, dan kebutuhan maritime lainnya.
Konektivitas maritime menjadi salah satu pasar penting karena jaringan fiber tidak dapat menjangkau kapal yang bergerak di laut.
Teknologi LEO memberikan alternatif konektivitas dengan cakupan yang dapat mengikuti perjalanan kapal.
Selain Nano, Pro, dan Ultra, Amazon juga mengembangkan Amazon Leo Aviation Antenna untuk pesawat komersial.
Terminal ini mempunyai desain khusus untuk penerbangan dan berbeda dari tiga terminal pelanggan umum.
Amazon menyebut antenna aviation mampu menyediakan hingga 1 Gbps download dan 400 Mbps upload secara simultan. Pihak Amazon juga merancang perangkat tersebut dengan desain low-profile dan tanpa komponen bergerak untuk kebutuhan operasional pesawat. (Amazon News)
Karena itu, cluster Amazon Leo Terminal nantinya dapat berkembang lebih luas daripada Nano, Pro, dan Ultra.
Namun, artikel induk ini tetap fokus pada tiga terminal utama pelanggan: Nano, Pro, dan Ultra.
Ketersediaan Amazon Leo Terminal mengikuti perkembangan peluncuran dan regulasi layanan Amazon Leo di masing-masing pasar.
Amazon masih mengembangkan jaringan dan memperluas tahap layanan secara bertahap. Karena itu, spesifikasi perangkat tidak otomatis berarti perangkat tersebut sudah tersedia untuk dibeli oleh konsumen di setiap negara.
Hal ini penting terutama bagi pembaca Indonesia.
Jangan menyamakan pengumuman produk dengan ketersediaan komersial di Indonesia. Amazon perlu memenuhi berbagai persyaratan regulasi sebelum menawarkan layanan dan perangkat secara resmi pada suatu pasar.
Karena itu, informasi mengenai harga, paket, distributor, dan waktu peluncuran di Indonesia perlu mengikuti pengumuman resmi Amazon serta regulator Indonesia.
Secara teknologi, Amazon Leo Terminal memiliki karakteristik yang menarik untuk Indonesia.
Indonesia mempunyai wilayah geografis luas dan banyak lokasi yang sulit memperoleh jaringan fiber optik. LEO dapat menjadi salah satu solusi untuk menghubungkan lokasi tersebut.
Namun, kecocokan teknologi tidak hanya bergantung pada spesifikasi terminal.
Ketersediaan layanan, cakupan satelit, kapasitas jaringan, regulasi, harga perangkat, biaya langganan, dukungan teknis, dan model distribusi akan menentukan daya tarik Amazon Leo di Indonesia.
Untuk pelanggan enterprise, aspek SLA dan dukungan teknis juga menjadi pertimbangan penting.
Amazon Leo Terminal menjadi bagian penting dari ekosistem internet satelit LEO Amazon. Pihak Amazon tidak hanya membangun konstelasi lebih dari 3.000 satelit, tetapi juga mengembangkan perangkat pelanggan sendiri untuk menghubungkan pengguna dengan jaringan tersebut.
Amazon saat ini menawarkan tiga terminal utama, yaitu Leo Nano, Leo Pro, dan Leo Ultra.
Nano menawarkan desain paling ringkas dengan kemampuan download hingga 100 Mbps. Pro menawarkan hingga 400 Mbps dengan ukuran yang tetap kompak. Ultra menjadi terminal berkapasitas tertinggi dengan kemampuan hingga 1 Gbps download dan 400 Mbps upload.
Ketiga perangkat tersebut menunjukkan bagaimana Amazon membagi terminal berdasarkan kebutuhan pengguna.
Nano cocok untuk kebutuhan yang mengutamakan ukuran dan portabilitas. Pro menawarkan keseimbangan antara ukuran dan performa untuk rumah maupun bisnis. Ultra menyasar kebutuhan bisnis, pemerintahan, dan aplikasi enterprise yang membutuhkan kapasitas tinggi.
Amazon juga mengembangkan terminal khusus untuk sektor maritime dan aviation, sehingga ekosistem perangkatnya dapat terus berkembang seiring ekspansi jaringan.
Bagi industri internet satelit, perkembangan Amazon Leo Terminal menarik untuk diperhatikan karena persaingan LEO tidak hanya terjadi pada jumlah satelit. Teknologi terminal, kapasitas jaringan, latency, harga perangkat, layanan, dan dukungan teknis juga menentukan daya saing sebuah jaringan.
Bagi Indonesia, kehadiran Amazon Leo nantinya dapat membuka pilihan baru untuk konektivitas lokasi remote, bisnis, industri, pemerintahan, maritime, dan berbagai wilayah yang belum memperoleh jaringan terrestrial secara optimal. Untuk saat ini, perkembangan ketersediaan layanan dan regulasi di Indonesia tetap menjadi faktor penting sebelum pengguna dapat menentukan terminal dan paket yang sesuai.
LEO Satellite support layanan internet dengan nilai latency rendah
LEO Satellite mampu mentransmisikan data dalam kapasitas besar
Leosatelink support aktivasi layanan LEO Satellite di seluruh Indonesia dan Timor Leste
Technical Support 24 jam/7 hari
Service Level Agreement (SLA) 99 %
You cannot copy content of this page