AMAZON KUIPER

Fast File Transfer

Unlimited Data

Trust Reliable Network

Guaranteed Bandwidth

AMAZON KUIPER

Amazon Kuiper - Amazon Leo

Amazon Kuiper: Apa Itu, Perkembangan, dan Hubungannya dengan Amazon Leo

Amazon Kuiper merupakan nama yang pernah Amazon gunakan untuk proyek jaringan internet satelit Low Earth Orbit (LEO). Banyak orang masih mengenal proyek tersebut dengan nama Project Kuiper atau Amazon Kuiper, terutama karena berbagai berita dan publikasi mengenai pengembangan layanan satelit Amazon menggunakan istilah tersebut selama beberapa tahun.

Kini, pembaca perlu mengetahui satu perubahan penting. Amazon secara resmi mengganti nama Project Kuiper menjadi Amazon Leo pada 13 November 2025. Amazon menyatakan bahwa nama Kuiper sudah tidak lagi menjadi identitas resmi proyek tersebut dan perusahaan memilih Amazon Leo sebagai nama permanen untuk jaringan satelit LEO miliknya.

Meski demikian, istilah Amazon Kuiper masih relevan ketika kita membahas sejarah, perkembangan awal, dokumen, berita lama, serta informasi mengenai rencana Amazon di berbagai negara. Di Indonesia, istilah tersebut bahkan muncul dalam publikasi resmi Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) ketika pemerintah menjajaki kerja sama dengan Amazon untuk memperluas konektivitas di wilayah 3T.

Karena itu, memahami hubungan antara Amazon Kuiper dan Amazon Leo penting bagi siapa pun yang mengikuti perkembangan internet satelit LEO.

Apa Itu Amazon Kuiper?

Amazon Kuiper merupakan nama yang Amazon gunakan untuk proyek pengembangan jaringan internet satelit LEO. Pihak Amazon memulai proyek tersebut untuk menyediakan konektivitas broadband berkecepatan tinggi bagi masyarakat, perusahaan, dan instansi yang berada di wilayah dengan akses internet terbatas.

Konsepnya menggunakan ribuan satelit yang mengorbit pada ketinggian rendah di sekitar Bumi. Satelit tersebut bekerja bersama jaringan gateway, infrastruktur fiber, dan terminal pelanggan di darat untuk mengirimkan data antara pengguna dan jaringan internet.

Amazon merancang konstelasi awal dengan lebih dari 3.000 satelit. Dalam pengembangan selanjutnya, Amazon menyebut konstelasi tersebut memiliki lebih dari 3.200 satelit LEO. Sistem tersebut menggunakan optical links untuk menghubungkan satelit satu dengan lainnya dan membentuk jaringan komunikasi di orbit.

Teknologi LEO memberikan keuntungan dari sisi jarak orbit. Satelit LEO berada jauh lebih dekat ke permukaan Bumi daripada satelit geostasioner atau GEO. Kondisi tersebut membantu layanan internet satelit LEO menghasilkan latency yang lebih rendah dan mendukung aplikasi internet yang membutuhkan respons cepat.

Mengapa Amazon Mengembangkan Project Kuiper?

Amazon melihat masih terdapat kesenjangan konektivitas di berbagai wilayah dunia. Jaringan fiber optik dan wireless terrestrial memang mampu menyediakan kapasitas besar, tetapi pembangunan infrastruktur tersebut membutuhkan jalur fisik, investasi, waktu, serta kondisi geografis yang mendukung.

Lokasi terpencil menghadirkan tantangan yang berbeda. Perusahaan dapat menghadapi kondisi geografis berupa pegunungan, kepulauan, hutan, gurun, maupun wilayah yang jauh dari jaringan backbone.

Dalam kondisi tersebut, teknologi satelit dapat memberikan alternatif konektivitas tanpa menunggu pembangunan jaringan terrestrial sampai ke lokasi pengguna.

Itulah salah satu alasan Amazon mengembangkan Amazon Kuiper. Amazon ingin membangun jaringan broadband dari orbit yang dapat menjangkau wilayah yang sulit mendapatkan koneksi dari infrastruktur darat.

Amazon juga tidak hanya menargetkan pengguna rumah tangga. Sejak awal, perusahaan menyiapkan teknologi tersebut untuk pelanggan enterprise, telekomunikasi, pemerintahan, serta berbagai sektor industri. Amazon mengembangkan integrasi dengan Amazon Web Services (AWS) sehingga perusahaan dapat menghubungkan lokasi remote dengan lingkungan cloud dan jaringan privat.

Bagaimana Cara Kerja Amazon Kuiper?

Sistem Amazon Kuiper menggunakan tiga komponen utama, yaitu satelit LEO, infrastruktur jaringan di darat, dan terminal pelanggan.

Satelit berfungsi membawa lalu lintas data dari terminal pelanggan menuju jaringan Amazon. Gateway di darat menghubungkan jaringan satelit dengan jaringan fiber dan internet. Sementara itu, terminal pelanggan berfungsi sebagai perangkat komunikasi antara lokasi pengguna dan satelit yang berada di orbit.

Amazon juga menggunakan optical inter-satellite links. Teknologi tersebut memungkinkan satelit bertukar data secara langsung melalui koneksi optik berkecepatan tinggi. Dengan arsitektur tersebut, jaringan tidak selalu harus mengirim setiap data langsung menuju gateway terdekat dari posisi pengguna.

Sistem seperti ini memberikan fleksibilitas bagi jaringan LEO. Satelit dapat bergerak mengelilingi Bumi dengan kecepatan tinggi dan terus berganti posisi relatif terhadap terminal pelanggan.

Amazon menempatkan satelit produksinya pada orbit sekitar 630 kilometer. Satelit tersebut bergerak dengan kecepatan sekitar 27.000 kilometer per jam dan mengelilingi Bumi sekitar setiap 90 menit.

Terminal Internet Amazon

Salah satu bagian penting dalam pengembangan Amazon Kuiper adalah terminal pelanggan. Amazon mengembangkan antena phased-array yang dapat mengikuti satelit tanpa memerlukan mekanisme parabola konvensional.

Kini Amazon memasarkan lini terminal tersebut dengan nama Amazon Leo.

Leo Nano

Leo Nano menjadi terminal paling ringkas. Amazon menyebut perangkat ini memiliki ukuran sekitar 7 × 7 inci dan mampu memberikan download hingga 100 Mbps.

Terminal tersebut menyasar kebutuhan konektivitas yang tidak membutuhkan kapasitas sangat besar.

Leo Pro

Leo Pro memiliki kemampuan lebih tinggi dengan download hingga 400 Mbps. Terminal berukuran sekitar 11 × 11 inci ini cocok untuk kebutuhan konektivitas yang membutuhkan kapasitas lebih besar.

Leo Ultra

Leo Ultra menjadi terminal kelas enterprise. Amazon menyebut perangkat ini dapat mencapai download hingga 1 Gbps dan upload hingga 400 Mbps.

Amazon merancang Leo Ultra untuk kebutuhan perusahaan dan instansi yang membutuhkan kapasitas tinggi. Perangkat tersebut juga mendukung berbagai kebutuhan jaringan enterprise.

Dengan perkembangan terminal tersebut, teknologi yang dahulu orang kenal sebagai Amazon Kuiper kini sudah berkembang menjadi ekosistem Amazon Leo dengan berbagai pilihan perangkat.

Perkembangan Amazon Kuiper hingga Menjadi Amazon Leo

Perjalanan Amazon Kuiper berlangsung selama beberapa tahun sebelum Amazon mengubah nama proyek tersebut.

Amazon menggunakan nama Project Kuiper sebagai codename ketika mereka mulai mengembangkan sistem tersebut. Nama Kuiper mengambil inspirasi dari Kuiper Belt, yaitu wilayah di tata surya yang berada di luar orbit Neptunus.

Pada Oktober 2023, Amazon menjalankan misi Protoflight dengan meluncurkan dua satelit prototipe. Misi tersebut membantu Amazon menguji sistem satelit, komunikasi, serta berbagai teknologi yang akan digunakan dalam konstelasi produksinya.

Kemudian pada April 2025, Amazon memulai deployment skala penuh konstelasi satelitnya. Amazon menyiapkan lebih dari 80 peluncuran untuk mengirimkan satelit ke orbit menggunakan berbagai penyedia roket, termasuk Arianespace, Blue Origin, SpaceX, dan United Launch Alliance.

Pada tahap inilah istilah Amazon Kuiper semakin sering muncul dalam pemberitaan internasional maupun Indonesia.

Namun, Amazon kemudian mengambil keputusan untuk mengganti nama tersebut.

Mengapa Amazon Kuiper Berubah Menjadi Amazon Leo?

Pada 13 November 2025, Amazon secara resmi mengumumkan perubahan nama Project Kuiper menjadi Amazon Leo.

Amazon memilih nama Leo sebagai referensi langsung terhadap Low Earth Orbit atau LEO, yaitu orbit tempat konstelasi satelit tersebut beroperasi. Perubahan tersebut tidak mengubah misi utama jaringan.

Amazon menjelaskan bahwa nama Kuiper pada awalnya hanya berfungsi sebagai codename. Nama tersebut kemudian bertahan selama proses pengembangan, pengajuan lisensi, pembangunan satelit, kontrak peluncuran, hingga peluncuran satelit produksi pertama. Setelah proyek memasuki tahap komersialisasi, Amazon memilih identitas permanen Amazon Leo.

Dengan demikian:

Project Kuiper → Amazon Kuiper → Amazon Leo

ketiganya merujuk pada proyek dan jaringan yang sama dalam konteks sejarah perkembangannya.

Namun, untuk informasi terbaru, Amazon Leo merupakan nama resmi yang sebaiknya digunakan.

Amazon Kuiper dan Perkembangan di Indonesia

Indonesia menjadi salah satu pasar yang menarik bagi teknologi internet satelit LEO. Kondisi geografis Indonesia membuat jaringan satelit memiliki peran penting dalam menyediakan konektivitas untuk daerah yang sulit terjangkau infrastruktur terrestrial.

Pada 17 Maret 2025, Kemkomdigi mengumumkan penjajakan kerja sama strategis dengan Amazon Kuiper untuk memperluas konektivitas digital di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal atau 3T. Pada saat itu, Amazon masih menggunakan nama Kuiper karena perubahan nama menjadi Amazon Leo baru terjadi beberapa bulan kemudian.

Kemkomdigi melihat teknologi satelit sebagai salah satu sarana untuk mengatasi kesenjangan digital, terutama di daerah yang menghadapi kendala geografis.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan:

“Kami menyambut baik komitmen Amazon Kuiper dalam mendukung perluasan konektivitas digital di Indonesia. Kami terbuka terhadap investasi serta teknologi baru apa pun yang dapat membantu kami untuk mencapai konektivitas di Indonesia.”

Pernyataan tersebut memperlihatkan sikap pemerintah yang membuka peluang bagi teknologi baru untuk membantu memperluas akses internet nasional. Kemkomdigi juga melihat konektivitas satelit dapat mendukung berbagai aktivitas digital, termasuk UMKM, e-government, e-health, dan e-education.

Rencana Gateway Amazon di Indonesia

Salah satu bagian menarik dari pembahasan Amazon Kuiper dengan Kemkomdigi adalah rencana pembangunan infrastruktur gateway di Indonesia.

Dalam publikasinya, Kemkomdigi menyebut rencana pembangunan enam stasiun gateway di Indonesia. Amazon pada saat itu merencanakan investasi awal sekitar US$20 juta dalam tiga hingga lima tahun pertama setelah peluncuran.

Rencana investasi tersebut dapat meningkat hingga sekitar US$90 juta pada 2035 untuk mendukung perluasan infrastruktur dan akses internet.

Kemkomdigi juga menjelaskan bahwa Amazon Kuiper sedang mengajukan izin operasional di Indonesia, termasuk lisensi telekomunikasi dan hak penggunaan satelit sesuai regulasi yang berlaku pada saat itu.

Informasi tersebut penting karena kehadiran konstelasi satelit di orbit tidak otomatis membuat layanan dapat langsung beroperasi secara komersial di setiap negara.

Operator satelit tetap harus mengikuti ketentuan regulator masing-masing negara. Indonesia memiliki aturan mengenai telekomunikasi, spektrum frekuensi, penggunaan satelit, infrastruktur gateway, serta penyelenggaraan layanan telekomunikasi.

Karena itu, rencana Amazon Kuiper yang Kemkomdigi umumkan pada 2025 perlu kita pahami sebagai bagian dari proses masuknya teknologi tersebut ke Indonesia, bukan sebagai pengumuman bahwa layanan komersial Amazon Leo sudah tersedia secara penuh pada saat itu.

Apa Hubungan Amazon Kuiper dengan Amazon Leo?

Hubungan keduanya sangat sederhana. Amazon Leo merupakan kelanjutan langsung dari Project Kuiper atau Amazon Kuiper.

Amazon tidak membuat jaringan baru ketika mengganti nama tersebut. Amazon hanya mengganti identitas proyek dari nama codename menjadi brand permanen.

Perubahan ini penting bagi pengguna internet karena berbagai informasi lama masih menggunakan istilah Amazon Kuiper. Berita mengenai pengujian satelit, rencana gateway, pengajuan izin, kerja sama operator, kontrak peluncuran, hingga berbagai dokumen regulator dapat menggunakan nama Kuiper.

Sementara itu, informasi terbaru dari Amazon sudah menggunakan Amazon Leo.

Karena itu, ketika seseorang mencari Amazon Kuiper Indonesia, hasil pencarian dapat mengarah pada informasi mengenai proyek yang kini menggunakan nama Amazon Leo.

Sebaliknya, ketika seseorang mencari Amazon Leo, mereka sebenarnya mencari perkembangan terbaru dari proyek yang dahulu mereka kenal sebagai Project Kuiper.

Apakah Amazon Kuiper Masih Ada?

Jika yang dimaksud adalah nama resmi, jawabannya tidak. Amazon sudah menghentikan penggunaan Project Kuiper sebagai identitas permanen pada 13 November 2025.

Jika yang dimaksud adalah teknologinya, jawabannya tetap ada. Jaringan yang dahulu dikenal sebagai Amazon Kuiper terus berkembang sebagai Amazon Leo.

Amazon bahkan sudah memasuki tahap enterprise preview pada November 2025. Perusahaan kemudian memperluas deployment satelit dan menambah kapasitas jaringan secara bertahap. Amazon menyatakan mereka akan memperluas layanan pada 2026 seiring bertambahnya jumlah satelit, cakupan, dan kapasitas jaringan.

Pada Juli 2026, Amazon melaporkan perkembangan konstelasi yang sudah mencapai ratusan satelit di orbit. Amazon juga terus menjalankan berbagai misi peluncuran untuk mempercepat pembangunan jaringan.

Artinya, perubahan nama tidak menandai berakhirnya proyek. Justru perubahan tersebut menandai peralihan dari identitas proyek pengembangan menuju brand layanan yang Amazon gunakan untuk tahap komersial.

Potensi Amazon Leo untuk Indonesia

Perkembangan yang dahulu kita kenal sebagai Amazon Kuiper memiliki potensi besar untuk mendukung kebutuhan konektivitas Indonesia.

Perusahaan dapat memanfaatkan jaringan LEO untuk menghubungkan kantor cabang, lokasi proyek, perkebunan, pertambangan, fasilitas energi, kapal, fasilitas pemerintahan, hingga lokasi remote lainnya.

Teknologi ini juga dapat menjadi pelengkap jaringan fiber optik. Tidak semua lokasi membutuhkan atau memungkinkan pembangunan fiber. Dalam kondisi tertentu, jaringan satelit dapat menyediakan konektivitas tanpa pembangunan jalur fisik yang panjang.

Untuk korporasi dan instansi, pemilihan layanan satelit tentu tidak hanya mempertimbangkan kecepatan internet. Faktor seperti bandwidth, latency, SLA, IP public, keamanan jaringan, VPN, kuota, dukungan teknis, serta integrasi dengan jaringan utama juga perlu diperhatikan.

Karena itu, perkembangan Amazon Leo menarik bagi industri internet satelit di Indonesia. Kehadiran pemain baru dapat memperluas pilihan teknologi LEO untuk berbagai kebutuhan konektivitas.

Kesimpulan

Amazon Kuiper merupakan nama yang dahulu Amazon gunakan untuk mengembangkan jaringan internet satelit LEO. Proyek tersebut bertujuan menyediakan konektivitas broadband bagi masyarakat, perusahaan, pemerintahan, dan berbagai lokasi yang sulit mendapatkan akses dari jaringan terrestrial.

Setelah melalui tahap pengembangan, pengujian, pembangunan satelit, serta deployment konstelasi, Amazon secara resmi mengganti nama Project Kuiper menjadi Amazon Leo pada 13 November 2025. Nama Amazon Leo kini menjadi identitas permanen jaringan tersebut.

Meski demikian, istilah Amazon Kuiper masih penting karena berbagai publikasi lama dan informasi mengenai perkembangan awal proyek menggunakan nama tersebut. Di Indonesia, Kemkomdigi juga menggunakan nama Amazon Kuiper ketika mengumumkan penjajakan kerja sama untuk memperluas konektivitas wilayah 3T pada Maret 2025.

Rencana enam gateway dan investasi yang Amazon bahas bersama pemerintah menunjukkan bahwa Indonesia memiliki posisi penting dalam perkembangan konektivitas satelit LEO. Namun, implementasi layanan tetap harus mengikuti proses perizinan dan regulasi telekomunikasi Indonesia.

Jadi, jika saat ini Anda menemukan istilah Amazon Kuiper, Project Kuiper, atau Amazon Leo, ketiganya memiliki hubungan langsung. Project Kuiper dan Amazon Kuiper merupakan nama yang digunakan pada fase sebelumnya, sedangkan Amazon Leo merupakan nama resmi yang Amazon gunakan saat ini.

Bagi industri internet satelit, perkembangan tersebut layak kita pantau karena Amazon Leo berpotensi menjadi salah satu pemain penting dalam ekosistem LEO global sekaligus membuka pilihan baru bagi kebutuhan konektivitas di Indonesia.

LEO Satellite support layanan internet dengan nilai latency rendah

LEO Satellite mampu mentransmisikan data dalam kapasitas besar

Leosatelink support aktivasi layanan LEO Satellite di seluruh Indonesia dan Timor Leste

Technical Support 24 jam/7 hari

Service Level Agreement (SLA) 99 %

Silahkan Share :)

You cannot copy content of this page