Indonesia merupakan negara kepulauan dengan resiko bencana yang cukup besar. Contohnya yang terjadi pada akhir November 2025 terjadi banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera. Peyebab banjir adalah hujan ekstrim dan cuaca buruk akibat siklon tropis. Hal ini diperparah dengan kondisi alam khususnya hutan yang rusak karena penebangan hutan dan penambangan baik secara legal maupun ilegal. Berikut penjelasan kondisi geografis Indonesia yang rawan bencana, dilihat dari sebab dan akibatnya :
Indonesia berada pada posisi yang sangat unik namun berisiko tinggi, yaitu:
Di pertemuan tiga lempeng besar dunia: Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.
Di wilayah cincin api Pasifik (Ring of Fire) yang dipenuhi gunung api aktif.
Memiliki garis pantai sangat panjang dan banyak laut dangkal.
Memiliki iklim tropis yang dipengaruhi angin muson.
Mempunyai ekosistem hutan hujan tropis yang luas tetapi rentan terhadap perubahan iklim dan aktivitas manusia.
Kombinasi faktor ini menyebabkan Indonesia sering mengalami berbagai bencana alam.
Gempa Bumi Tektonik
Sebab: Pergerakan lempeng yang saling bertumbukan atau bergeser.
Akibat:
Kerusakan bangunan dan infrastruktur
Korban jiwa
Pemadaman listrik dan gangguan layanan umum
Potensi tsunami bila terjadi di laut
Tsunami
Sebab: Gempa besar di dasar laut, letusan gunung api bawah laut, atau longsor bawah laut.
Akibat:
Banjir besar dan arus destruktif
Kerusakan wilayah pesisir
Tingginya korban manusia dan hilangnya mata pencaharian
Letusan Gunung Api
Sebab: Aktivitas magma di zona subduksi. Indonesia memiliki >120 gunung api aktif.
Akibat:
Sebaran abu vulkanik yang mengganggu penerbangan
Lahar panas/dingin yang mengancam pemukiman
Tanah menjadi subur setelah jangka panjang
Banjir dan Banjir Bandang
Sebab: Curah hujan tinggi, drainase buruk, alih fungsi lahan.
Akibat:
Kerusakan rumah dan fasilitas umum
Gangguan ekonomi
Penyakit akibat air kotor
Longsor
Sebab: Lereng curam, hujan lebat, tanah labil, penggundulan hutan.
Akibat:
Rumah tertimbun
Jalan terputus
Korban jiwa dan pengungsian
Angin Puting Beliung
Sebab: Perbedaan suhu udara ekstrem dalam skala lokal.
Akibat:
Kerusakan rumah dan pepohonan
Gangguan aktivitas masyarakat
Kekeringan
Sebab: Musim kemarau panjang, fenomena El-Nino, deforestasi.
Akibat:
Krisis air bersih
Gagal panen
Kebakaran hutan
Kebakaran Hutan dan Lahan
Sebab: Cuaca panas, pembukaan lahan, dan pengeringan gambut.
Akibat:
Kabut asap yang mengganggu kesehatan
Hilangnya keanekaragaman hayati
Kerugian ekonomi besar
Abrasi dan Banjir Rob
Sebab: Kenaikan muka air laut, kerusakan mangrove.
Akibat:
Penyusutan garis pantai
Terendamnya permukiman pesisir
Air bersih tercemar
Kehilangan nyawa dan kerugian ekonomi besar
Kerusakan infrastruktur dan pemukiman
Menurunnya kesejahteraan masyarakat
Gangguan kesehatan dan penurunan kualitas lingkungan
Perubahan sosial, seperti migrasi dan pengungsian
Ancaman terhadap ketahanan pangan
Kondisi geografis Indonesia membuatnya menjadi salah satu negara paling rawan bencana di dunia. Risiko ini berasal dari faktor alam seperti pergerakan lempeng, aktivitas gunung api, iklim tropis, serta semakin diperburuk oleh aktivitas manusia dan perubahan iklim global. Namun, dengan mitigasi yang baik—seperti edukasi kebencanaan, tata ruang yang tepat, dan teknologi deteksi dini dampak bencana dapat dikurangi.

Sebagai negara yang rawan dengan status bencana alam maka sudah seharusnya kita melakukan mitigasi bencana termasuk penyediaan prasarana telekomunikasi. Ketika sedang terjadi bencana di suatu daerah kebanyakan akan mengganggu layanan akses data dan internet khususnya internet terestrial seperti fiber optic hingga layanan seluler. Oleh karena itu internet satelit menjadi solusi paling cepat dan mudah ketika jaringan internet terestrial sedang bermasalah. Leosatelink sebagai salah satu provider internet satelit sekaligus supplier perangkat internet satelit siap membantu penyediaan perangkat maupun koneksi internet satelit termasuk Starlink. Tidak hanya saat situasi normal tapi juga ketika situasi darurat termasuk bencana alam. Tetapi kami tentu menghimbau agar perangkat Starlink sudah tersedia di daerah yang terdampak sebelum kondisi darurat terjadi sebagai langkah antisipasi dan mitigasi. Pemerintah dan lembaga-lembaga terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Nasional dan Daerah sangat kami sarankan untuk mempersiapakan perangkat Starlink jauh hari sebelum situasi darurat bencana terjadi. Semakin rawan suatu daerah terhadap bencana maka kami sarankan lebih waspada dan mempersiapkan sejak dini termasuk dalam penyediaan perangkat internet satelit seperti Starlink.
Perangkat Starlink sebagai penunjang utama kebutuhan akses internet Starlink sebaiknya dipersiapkan jauh hari sebelum kondisi darurat seperti bencana alam terjadi. Hal ini akan membawa manfaat seperti untuk pertukaran informasi dan komunikasi antara korban di lokasi bencana dengan orang lain yang berada di lokasi lain. Hal ini agar orang yang berada di lokasi lain dapat segera memberikan pertolongan secara cepat dan tepat terhadap korban bencana alam sehingga meminimalisir dampaknya. Leosatelink sebagai salah satu suppiler perangkat Starlink siap membantu penyediaan perangkat Starlink di seluruh Indonesia. Tersedia berbagai model perangkat yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Kami menerima pemesanan perangkat Starlink baik secara satuan maupun partai.
LEO Satellite (Starlink dan OneWeb) support layanan internet dengan nilai latency rendah
LEO Satellite mampu mentransmisikan data dalam kapasitas besar
Leosatelink support aktivasi layanan LEO Satellite di seluruh Indonesia dan Timor Leste
Technical Support 24 jam/7 hari
Service Level Agreement (SLA) 99 %
Aktivasi Internet Satelit Orbit Rendah (LEO Satellite) di Indonesia
You cannot copy content of this page